Teman yang KuPelihara
wahai temanku
berdirilah!!! berdirilah dihadapanku
kuingin memberikan pujian yang tinggi untukmu
sekarang duduklah!!! duduk!!!
kuingin mengucapkan terima kasih padamu
selamat tinggal!
anjing kesayanganku
wahai temanku
berdirilah!!! berdirilah dihadapanku
kuingin memberikan pujian yang tinggi untukmu
sekarang duduklah!!! duduk!!!
kuingin mengucapkan terima kasih padamu
selamat tinggal!
anjing kesayanganku
aku yang sekarang bukanlah aku yang sebenarnya…
aku yang kemarin bukan pula aku yang sebenarnya…
akupun tak tahu bilamana esok aku menjadi aku yang sebenarnya…
tuhan…
tunjukkan padaku siapa aku
tunjukkan padaku bahwa aku adalah orang yang benar
tunjukkan padaku bahwa aku bukanlah orang yang salah
aku yang selama ini selalu bersandiwara
aku yang selama ini harus selalu berbohong
aku yang selama ini tidak pernah memperlihatkan aku yang sebenarnya
saat ini dihantui berbagai keresahan
selalu memaksa diri untuk tidak jujur
selalu menahan diri untuk tidak bertindak
selalu menahan diri untuk diam dan hanya memandang orang-orang yang berlari disekitarku
berikan aku kekuatan
berikan cahaya terang pada kegelapan ini
berikan teman dalam kesendirian ini
karena hati ini sudah tidak kuat lagi
karena hati ini selalu menderita karenanya
karena hati ini hanya dapat berharap pada sebuah keajaiban
hai pria disana…
untuk apa kau terus menanam padi itu
kasihanku melihatmu
melihat kau yang penuh keringat dibawah matahari yang membakar raga
kemarilah…
berbaringlah disampingku…
kan kuceritakan sebuah kisah nyata
tahukah kau… wahai pria bertopi bundar
bahwa ada pria diluar sana
hanya duduk dikursi malasnya juga menyeruput kopi hangatnya
tapi menikmati apa yang sepatutnya kau dapatkan
mereka menikmati dunia ini tanpa setetes keringat
apakah itu yang kau sebut sebuah keadilan…
apakah memang sudah ditetapkan dari dahulu….
bahwa kerja keras tak kan membawa kebahagiaan
justru sebuah arogansi yang akan membawakan berbagai kenikmatan dunia
apakah sebuah kerja keras tidak memiliki arti
atau memang tak kan pernah ada perubahan…..
apabila itu yang sebenarnya terjadi
maka kita harus mulai mengguncangkan roda kehidupan ini
agar perubahan yang memiliki arti dapat kita rasakan
hari ini kalian berteriak MERDEKA!!!
hari ini kalian menaruh tangan dikepala memandang sang merah putih.
hari ini kalian rayakan dengan berlomba merebutkan hadiah dan berkonvoi dijalanan.
atau hanya sekedar menaruh kata selamat pada status mesengger kalian.
memangnya kalian pikir itu bukti kalian mencintai indonesia.
memangnya itu semua dapat membuat kalian dipandang sebagai patriot pencinta indonesia.
kalian hanyalah sampah yang berteriak.
kalian hanyalah berengsek yang hormat.
kalian hanyalah si rakus pencari hadiah. lebih baik kalian diam dan benar-benar berpikir,
apa yang harus kalian lakukan untuk indonesia.
Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham