Diponegoro
karya : Chairil Anwar
dimasa pembangunan ini
tuan hidup kembali
dan bara kagum menjadi api
didepan sekali tuan menanti
tak gentar. lawan banyaknya seratus kali.
pedang di kanan, keris di kiri
berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
ini barisan tak bergenderang-berpalu
kepercayaan tanda menyerbu.
sekali berarti
sudah itu mati.
MAJU
bagimu negeri
menyediakan api.
punah diatas menghamba
binasa diatas ditinda
sungguhpun dalam ajal baru tercapai
jika hidup harus merasai.
maju.
serbu.
serang.
terjang.

ini puisi karya Chairil Anwar (salah satu sastrawan angkatan ‘45) yang pertama kali aku dengar. waktu itu dibacain sama teman sekelas aku, saat pelajaran bahasa indonesia. semenjak itulah, aku baru tahu bahwa ada sastrawan bernama Chairil Anwar.
Comment by ijarsokpuitis — August 24, 2007 @ 3:46 pm